Armed Perpetrator at Stony Brook campus

Hari ini, Senin 25 Februari 2008, sekitar pukul 14:10 sore, komunitas saya dikejutkan dengan adanya sms dan telpon “alert” yang memberitahukan bahwa ada seseorang yang bersenjata tengah berkeliaran di kampus. Bunyi sms yang kami terima bunyinya demikian: “SB Alert! There is a report of an armed perpetrator on the academic mall. Remain alert and follow direction of emergency personnel. Go to Stony Brook websites for updates.” Selain sms, saya juga mendapatkan voicemail sebanyak 2 kali. Saya bahkan mendapatkan sms ini 4 kali. Keadaan agak sedikit menegangkan di ruangan kantor Dean of Student Office, tempat saya mengabdi “internship” di kantor itu sebagai Graduate Research Intern pada Office of Multicultural Affairs. Semua orang pun keluar dari ruangan mereka dan memperbincangkan situasi yang tengah terjadi. Suasana di kantor mendadak lebih ramai dari biasanya. Masing-masing orang sibuk mengangkat telepon mereka masing-masing. Ada yang mengabari teman dan saudara (termasuk saya yang mengirim sms ke teman), dan adapula yang berusaha menelpon pihak berwenang untuk memperoleh kejelasan seputar kejadian. Saya sendiri mencoba melihat website, tetapi tidak kabar tersebut baru muncul sekitar pukul 14:40, 24 menit dari sms yang saya terima pertama kali pukul 14:16.

Kabar simpang siurpun tersiar dengan cepatnya. Supervisor saya mendapatkan telpon dari Vice Presiden of Student Affairs and Associate Provost for Enrollment and Retention Management, Peter M. Baigent, yang mengatakan bahwa semua gedung kantor administrasi harap ditutup dan dikunci. Tidak diperbolehkan ada aktifitas keluar masuk di kantor. Seketika itu juga kantor tempat saya mengabdi pun ditutup dari dalam tapi tidak bisa dikunci karena kebetulan proses penguncian melalui sistem sentral yakni pintu terbuka pada pukul 8 pagi dan terkunci otomatis pada pukul 5 sore. Kebetulan juga, saya membaca di website tentang kejadian yang sebenarnya. Tulisan di website:

Report of a possible gun on campus
University Police received a report that a young male fled the Student Activity Center Cafeteria and later displayed what was reported as a handgun. The individual was reported to be an African American male, approximately 25 years of age, wearing a black coat and black wool hat. He fled in the direction of Harriman Hall. University Police are searching the area and investigating the report. Remain alert, proceed with caution and notify University Police if you see anyone fitting the description of the individual or anything unusual. You can reach University Police by callling 911 from any campus phone or 632-3333.

Return to this website for updates.

Feb. 25, 2008 2:51 pm

(During a disaster or major emergency, all students, faculty and staff are encouraged to monitor this website and other communications outlets for additional information that may become available (WUSB 90.1 FM, Campus Cable Channel 8, and local media stations.)

Memang, kepanikan bisa dimaklumi karena gedung insiden itu terjadi di gedung yang sama dengan kantor kami. Kompleks Student Activity Center merupakan salah satu gedung di pusat kampus dan pusat keramaian mahasiswa. Kantor kami terletak di lantai dua di gedung yang berlantai tiga itu, sedangkan insiden terjadi di lantai satu.

Di tengah-tengah situasi menegangkan itu, saya mendapatkan telepon dari pejabat di Konsulat Jenderal Indonesia di New York City, seseorang yang kebetulan saya kenal. Beliau menanyakan seputar kejadian yang mereka saksikan melalui saluran berita CNN. Memang, sekitar 10 menit sebelumnya saya mendapatkan kabar bahwa ada kru CNN yang menelpon ke kantor untuk meliput kejadian itu. Saya heran sekali, 30 menit pasca menerima sms, kru liputan sudah berada di tempat kejadian. Kepada pejabat konjen, saya memberikan informasi menurut keterbatasan pengetahuan saya, karena selain tidak menyaksikan kejadian, saya juga tidak bisa kemana-mana karena pintu kantor terkunci dan hanya orang-orang tertentu ynag diperbolehkan keluar masuk, termasuk “emergency personnel” yang menggunakan radip panggil (HT).

Sekitar satu jam kemudian, pukul 15:48, saya mendapatkan sms dari kampus yang isinya berbunyi: “Police have searched the area and there is no longer any immediate danger. All clear. Visit http://www.stonybrook.edu/sbalert.” Setelah situasi agak tenang, semuanya kembali normal seperti sedia kala. Saya pun meneruskan kegiatan penelitian saya di kantor sebagaimana biasanya hingga pukul 5 sore. Hingga tulisan ini dibuat, penyelidikan masih berlangsung dan belum diketahui identitas sang pelaku.

Ada berbagai macam reaksi orang dengan kejadian itu. Ada yang bilang bahwa polisi kampus tidak cepat berreaksi sehingga si oknum bisa bebas berkeliaran. Ada juga yang bilang keamanan di kampus kurang diperhatikan sehingga ada orang yang bisa bebas membawa senjata masuk ke kampus. Bahkan ada yang acuh tak acuh saja dengan kejadian itu, dan berpikir bahwa ini reaksi yang berlebihan. Terlepas dari berbagai macam reaksi yang muncul, perlu dicatat bahwa dua minggu sebelumnya, tepatnya 14 Februari 2008, terjadi penembakan yang menewaskan 5 mahasiswa dan menciderai 16 orang lainnya di Northern Illinois University. Sang pelaku pun akhirnya menembak dirinya sendiri. Tragedi serupa juga terjadi di Lousiana, dan setahun sebelumnya terjadi di Virginia Tech, yang juga menewaskan seorang mahasiswa doktoral dari Indonesia. Bahkan yang terakhir kali terdengar adalah tragedi penembakan pemuda gay berusia 15 tahun di salah salu high school di California. Penembakan ditengarai dilakukan oleh gerakan anti-gay.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: