Pak pos….Pak Pos….

Saya heran membaca kasus dugaan korupsi di PT. Pos Indonesia kantor cabang Fatahillah Jakarta Barat. Dugaan korupsi terjadi manakala perusahaan negara itu menjalin kerjasama dengan PT. Telkomsel, yakni kerjasama dalam pengiriman surat tagihan pulsa kepada para pelanggan Telkomsel di wilayah Jabodetabek (Detik.com, 31 Januari 2008). Kira kira apa ya yang dikorupsi? Lha wong menurut saya, PT. Pos termasuk salah satu badan usaha pemerintah yang miskin. Kenapa tidak? Coba saja anda datang ke kantor pos di daerah tingkat kecamatan. Bisa dipastikan keadaannya memprihatinkan. Belum lagi layanannya yang ala kadarnya dan bahkan sering jauh dari memuaskan.

Saya jadi ingat beberapa pengalaman pribadi yang kurang menyenangkan dalam menggunakan jasa pos. Saya ingat betul paling tidak dua kejadian terakhir. Pertama, saya ngirim paket dari New York dengan tujuan Bekasi. Isi paket adalah barang-barang yang dulu saya beli di Indonesia dan niat mau dikembalikan ke rumah karena merasa sudah tidak membutuhkan lagi. Setelah satu minggu nggak ada kabar, istri saya dateng ke kantor pos setempat menanyakan status barang kiriman saya. Sang petugas pos pun memberikan sepucuk surat berisi tagihan yang harus dibayar oleh istri saya, katanya dari pihak bea cukai. Di situ tertulis bahwa istri saya harus membayar kurang lebih Rp.800.000 untuk menebus paket itu. Katanya itu pajak bea cukai.

Singkat cerita, setelah beberapa kali telpon ke kantor bea cukai di Cengkareng, akhirnya istri saya datang ke Cengkareng dengan membawa kwitansi pembelian barang itu. Setelah “nego” dengan petugas di dalam ruangan yang berisi sekitar 10 orang itu, akhirnya istri saya harus bayar Rp. 350 dengan alasan bahwa semua orang di ruangan sudah terlanjur tahu (biasa…bagi bagi komisi). Bahkan di setelah pembayaran, beliau memberikan nomor telpon ke istri saya, dengan mengatakan bahwa lain kali kalau ada kiriman dari luar negeri supaya langsung menghubungi dia. Paling-paling cuma bayar 50 ribu perak.

Cerita kedua terjadi sekitar dua bulan yang lalu, ketika istri mau mengirim simcard ke alamat  saya di New York agar saya bisa sms-an dengan saudara-saudara di rumah menggunakan nomor Indonesia. Kata pegawai pos di Magelang, paket akan sampai sekitar 5 hari kerja. Setelah ditunggu dua mingggu tidak ada kabar, istri saya menanyakan ke kantor pos. Jawaban yang didapat, sudah diduga, sangat menjengkelkan dan klise: orang yang sedang mengurusi di Jakarta sedang tidak ditempat; sistem online sedang down; dan lain sebagainya. Beberapa kali ditanyakan, jawaban selalu sama. Hingga saya menulis ini pun, paket belum (mungkin tidak akan pernah) sampai. Jadi, bagi anda yang ingin mengirim dokumen penting, saya sarankan berhati-hati. Mungkin lebih baik dengan jasa pengiriman milik swasta (DHL, FedEx, UPS, dll). Kakak saya empat bulan yang lalu mengirimkan dokumen penting melalui  carrier service. Meskipun biaya agak sedikit mahal, yang jelas kiriman akan tetap sampai. Walaupun saya juga sempat kecewa karena bungkus stopmap di dalamnya sudah tidak utuh lagi. Saya berasumsi bahwa dokumen itu sempat dibuka di bagian pengiriman di Cengkareng sebelum dikirim ke US.

Dengan kejadian itu, saya jadi sering berpikir. Kayaknya memang lebih baik negara ini dikelola oleh swasta jika memang badan usaha pemerintah tidak bisa melayani pelanggannya dengan baik. Apalagi didukung dengan tingkat korupsi yang tinggi. Meskipun dicegah dengan berbagai cara, mekanisme pasar dan seleksi alamiah akan menentukan keputusan akhirnya.

One Response to “Pak pos….Pak Pos….”

  1. Wah benar sekali koh, kalo ingat keadaan kantor pos apalagi yang cabang kecamatan memang sangat memprihatinkan. Bahkan sempat mikir, ini pasti akan segera ditutup secara sekarang orang lbh memilih ber-sms ria ketimbang bersurat ria. Masak mau janjian kencan malam minggu musti kirim surat via kantor pos, hehehe. Dan bener banget, mungkin karena saking “terbatasnya” fasilitas, gaji dan kekayaan kantor pos, pelayanan jadi tidak menyenangkan. And been there too koh. Wah tapi kalo yang soal bea cukai dan kena pajak ane blum tau ini koh. Kok bisa ya sekejam itu, pantesan aja image bea cukai itu lumayan negatif, hahaha. Wah ane lagi berencana minta nyak ane kirim barang ke sini nih koh. Mmm …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: